Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts

Monday, 7 December 2015

Model Pembelajaran : Kepala Bernomor Struktur


Kepala bernomor struktur merupakan model pembelajaran hasil modifikasi dari Numbered Heads Together (NHT). Model pembelajaran ini masih menggunakan nomor di kepala sebagai identitas utamanya. Bedanya adalah nomor-nomor di kepala pada model ini dibuat secara berulang dan berurutan. Misalnya dalam satu kelas terdapat lima kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari lima orang. Maka nomor-nomornya adalah 1-5 untuk setiap kelompok.

Ciri lainnya dari model pembelajaran ini adalah setiap nomor yang sama memiliki tugas-tugas yang berbeda. Misalnya nomor satu bertugas mencatat, nomor dua dan tiga bertugas berdiskusi, dan nomor empat dan lima bertugas membawakan presentasi. Pembagian tugas ini berlaku sama untuk semua kelompok.

Model pembelajaran ini cocok digunakan untuk materi pembelajaran yang memiliki banyak kompetensi dan materi. Berikut ini langkah-langkah dalam model pembelajaran kepala bernomor struktur :

Langkah-langkah :
1.      Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.      Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai
a.       Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
3.      Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
4.      Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
5.      Kesimpulan

Berikut contoh penerapan model pembelajaran kepala bernomor struktur di rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) :

A.    STANDAR KOMPETENSI                 
15. Memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi

B.     KOMPETENSI DASAR                      
15.1 Menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel (asli atau terjemahan)


No.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
ALOKASI WAKTU
1.
KEGIATAN AWAL
Ø  Guru memberikan motivasi kepada siswa.
Ø  Siswa menyampaikan kesan dari motivasi yang di sampaikan.
Ø  Guru bersama siswa membentuk kelompok belajar.
Ø  Guru membagikan topi bernomor yang harus digunakan oleh semua anggota kelompok.
10 menit
2.
KEGIATAN INTI
Eksplorasi
·         Guru menjelaskan tentang materi yang akan dipelajari yaitu Pengertian alur, pelaku, dan latar novel dan cara  menjelaskan alur cerita, pelaku, dan latar novel
·         Guru membagikan lembaran-lembaran cuplikan novel untuk dibaca oleh siswa.
·         Siswa dengan nomor urut 1 dan 2 bertugas membaca cuplikan novel dan menganalisis alur, pelaku, dan latarnya.
·         Siswa nomor 3 dan 4 bertugas mencatat hasil analisis dari siswa nomor 1 dan 2.  
·         Siswa nomor 5, 6, dan 7 bertugas membaca dan menyampaikan catatan hasil analisis siswa nomor 3 dan 4.
·         Guru memanggil siswa nomor 5, 6, dan 7 dari masing-masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil analisis kelompoknya di depan kelas.

Elaborasi
·         Siswa atau kelompok lain menanggapi apa yang disampaikan siswa yang presentasi di depan kelas.

Konfirmasi
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.
·         Meluruskan hal-hal menyimpang yang disampaikan siswa.
60 menit
3.
KEGIATAN AKHIR
·         Guru memberikan kesimpulan dari pembelajaran yang diberikan
·         Guru memberikan postes
·         Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam
.
10 menit

Download RPP lengkapnya di sini!

Monday, 30 November 2015

Model Pembelajaran : Numbered Heads Together (Kepala Bernomor)


Numbered Heads Together (NHT) atau Kepala Bernomor adalah sebuah model pembelajaran yang dikembangkan dan diperkenalkan oleh Spencer Kagan tahun 1992. Dalam model pembelajaran ini siswa diberikan nomor di kepala dengan urutan sesuai jumlah siswa di dalam kelas. Bila siswa di kelas terdapat tiga puluh orang maka nomor yang dipakai siswa antara nomor satu sampai tiga puluh. Model ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman atau hafalan. Model pembelajaran ini memungkinkan siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.

Untuk menggunakan model ini diperlukan sebuah nomor-nomor yang bisa dipakai di kepala. Bila tidak mau repot. Gunakan saja topi ulang tahun yang terbuat dari kertas itu lalu tuliskan nomor-nomor di topi tersebut sesuai dengan jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran. Langkah-langkah dalam model pembelajaran ini yaitu sebagai berikut :

1.       Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.       Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3.       Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4.       Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5.       Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6.       Kesimpulan


Langkah-langkah di atas bisa dimasukan ke dalam RPP dengan beberapa penyesuaian. Bila ada pertanyaan atau saran perbaikan silakan berkomentar.

Saturday, 10 October 2015

Model Pembelajaran : Picture and Picture


Picture and Picture adalah model pembelajaran yang menggunakan media gambar sebagai penyampai materi. Model ini hampir mirip dengan Example Non Example, bedanya gambar-gambar dalam picture and picture merupakan sebuah gambar rangkaian yang harus diurutkan oleh siswa. Model ini sangat cocok digunakan pada pembelajaran-pembelajaran yang menitikberatkan pada sebuah proses.

Berikut langkah-langkah pembelajaran dalam model Picture and Picture :
1.Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.Menyajikan materi sebagai pengantar
3.Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4.Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar
   menjadi urutan yang logis
5.Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6.Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan 
   kompetensi yang ingin dicapai
7.Kesimpulan/rangkuman

Demikian langkah-langkah dalam model pembelajaran Picture and Picture. Langkah-langkah ini bisa diterapkan dalam RPP dengan beberapa penyesuaian. Bila ada pertanyaan silakan berkomentar!

Model Pembelajaran : Examples Non Examples


Examples Non Examples adalah model pembelajaran yang menitikberatkan penyampaian materi dengan menggunakan media gambar. Media gambar yang disampaikan dalam model pembelajaran ini harus sesuai dengan SKKD atau KIKD..\

Berikut langkah-langkah pembelajaran dalam model Examples Non Examples

1.Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2.Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui proyektor.
3.Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa 
   gambar.

4.Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada
   kertas
5.Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6.Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin
   dicapai
7.Kesimpulan

Demikian langkah-langkah dalam model pembelajaran Examples Non Examples. Langkah-langkah ini bisa dimasukan dalam langkah-langkah pembelajaran di RPP namun dengan beberapa penyesuaian. Bila ada pertanyaan silakan berkomentar!

Friday, 25 September 2015

Penulisan Feature : Pengertian Feature

Feature adalah tulisan kreatif yang dirancang untuk memberikan informasi tentang suatu kejadian, situasi, dan aspek kehidupan seseorang sambil menghibur. Feature menekankan unsur kreatifitas yang informatif, menghibur, dan boleh subjektif dalam penuturannya. Hal tersebut berlaku untuk penulisan news Feature, sedangkan pada Feature ilmiah unsur subjektifitas tidak boleh ada agar bobot ilmiahnya tidak merosot.

Menulis Feature tidak akan menarik jika tidak dengan memakai bahasa populer. Istilah populer dapat diartikan merakyat berasal dari kata Latin Populus `rakyat`. Bahasa populer adalah bahasa yang disukai orang kebanyakan karena menarik dan mudah dipahami (komunikatif). Kepopuleran menghendaki intilah yang dikenal secara umum dan berlaku dikalangan masyarakat awam, bukan istilah asing atau sulit yang keren sampai mengagumkan yang tidak dipahami. Namun, penulisan populer tidak berarti ceroboh memakai istilah yang tidak tepat, selain istilah, ungkapan yang kurang sopan seringkali menimbulkan kesan ceroboh.  

Feature adalah tulisan kreatif yang dirancang untuk memberikan informasi tentang suatu kejadian, situasi, dan aspek kehidupan seseorang sambil menghibur. Pada mulanya Feature menekankan unsur kreativitas (dalam penciptaan), yang informatif(isinya), menghibur(gaya penulisannya), dan boleh subjektif(penuturnya). pada perkembangan baru ketiga unsur pertama mutlak harus ada terutama news Feature,sedangkan pada interest Feature unsur subjektivitas fakultatif, tetapi pada Feature ilmiah unsur subjektifitas tidak boleh ada agar bobot ilmiahnya tidak merosot.  

Tulisan Feature sering awet tak lekang oleh waktu diperam berbulan-bulan sebelum akhirnya dimuat pun tidak apa-apa. Namun, bahan ditulis harus layak muat (misalnva karena masyarakat sedang ramai membicarakannya) dan tidak asal dimuat sekalipun tak lekang oleh waktu. Di kalangan pengasuh Intisari, majalah ilmiah populer, hal yang di-Feature-kan harus ada cantelannya. Tidak bisa tiba-tiba memuat sesuatu yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan sesuatu peristiwa baru, aneh, terkenal, luar biasa, atau kontroversi yang sedang “in”. Demikian juga majalah hobi pertanian dan agribisnis Trubus. Tulisan yang mendominasi isinya tak lekang oleh waktu, tetapi bahan yang ditulis harus masih relevan dengan topik yang sedang dibicarakan masyarakat pada waktu edisi majalah itu terbit.