Monday, 30 November 2015

Model Pembelajaran : Numbered Heads Together (Kepala Bernomor)


Numbered Heads Together (NHT) atau Kepala Bernomor adalah sebuah model pembelajaran yang dikembangkan dan diperkenalkan oleh Spencer Kagan tahun 1992. Dalam model pembelajaran ini siswa diberikan nomor di kepala dengan urutan sesuai jumlah siswa di dalam kelas. Bila siswa di kelas terdapat tiga puluh orang maka nomor yang dipakai siswa antara nomor satu sampai tiga puluh. Model ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran yang menitikberatkan pada pemahaman atau hafalan. Model pembelajaran ini memungkinkan siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.

Untuk menggunakan model ini diperlukan sebuah nomor-nomor yang bisa dipakai di kepala. Bila tidak mau repot. Gunakan saja topi ulang tahun yang terbuat dari kertas itu lalu tuliskan nomor-nomor di topi tersebut sesuai dengan jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran. Langkah-langkah dalam model pembelajaran ini yaitu sebagai berikut :

1.       Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2.       Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3.       Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4.       Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5.       Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6.       Kesimpulan


Langkah-langkah di atas bisa dimasukan ke dalam RPP dengan beberapa penyesuaian. Bila ada pertanyaan atau saran perbaikan silakan berkomentar.

Tuesday, 17 November 2015

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Seperti pernah dibahas dalam artikel sebelumnya bahwa sastra umumnya dibagi ke dalam tiga jenis yaitu Prosa, Puisi, dan Drama. Bila prosa merupakan sastra yang bersifat bebas berbeda halnya dengan puisi. Kita barangkali mengenal puisi ketika kita SD. Saat SD sering sekali kita disuruh ke depan kelas untuk membacakan puisi. Puisi berupa permainan kata-kata yang tidak hanya bisa membius namun juga bisa menghanyutkan siapa saja yang mendengar atau membacanya.
Berikut beberapa pengertian puisi menurut para ahli hasil dari penelusuran ke berbagai sumber :
1.      Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.
2.      Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.
3.      Matthew Arnold (dalam Tarigan 1985:3) menyatakan bahwa puisi adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif, dan yang paling efektif untuk mendendangkan sesuatu.
4.      Burhan Nurgiyantoro (2005: 312), juga mengungkapkan bahwa puisi merupakan genre sastra yang sangat memperhatikan pemilihan aspek kebahasaan. Efek keindahan dari puisi diperoleh dari pemilihan bahasa terutama aspek diksi yang menyangkut unsur bunyi, bentuk dan makna puisi.
5.      Aminuddin (2011: 134) Puisi diartikan membuat dan pembuatan karena lewat puisi pada dasarnya seorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah.
6.      Waluyo (1995: 25), puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengkonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengkonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.
7.      Pradopo (2007: 314), Berpendapat bahwa puisi adalah ucapan atau ekspresi tidak langsung. Puisi juga merupakan ucapan ke inti pati masalah, peristiwa, ataupun narasi (cerita, penceritaan).
8.      Tarigan (1984: 4): kata puisi berasal dari bahasa Yunani “poesis” yang berarti penciptaan. Dalam bahasa inggris di sebut “poetry” artinya puisi, poet artinya penyair, poem berarti  syair atau sajak. Arti yang semacam ini lama-kelamaan dipersempit ruang lingkupnya menjadi “ hasil seni sastra yang kata-katanya disusun menurut syarat tertentu dengan menggunakan irama sajak dan kata-kata kiasan. 
Dari beberapa pengertian puisi di atas dapat disimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang mengedepankan aspek kebahasaan yang indah dengan pondasi gaya bahasa untuk menyampaikan berbagai pemikiran dan ekspresi agar mampu dimaknai pembacanya.

Sumber Buku :
Aminuddin. 2011. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung : Sinar Baru
J. Waluyo, Herman. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Erlangga: Surakarta.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Pengkajian Puisi: Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak : Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Jogjakarta : Gajah Mada University Press
Situmorang. 1890. Apresiasi Puisi dan Prosa. Ende : Nusa Indah
Tarigan, Henri Guntur. 1985. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung : Angkasa
Tarigan. 2004. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung Angkasa
Tirtawirya, Putu Arya. 1980. Puisi dan Metodologi pengajarannya. Ende : Nusa Endah


Thursday, 12 November 2015

Menulis Berita dengan Lima Langkah Mudah


Di era digital seperti sekarang mudah sekali untuk menemukan teks berita. Tidak perlu lagi koran atau majalah, kini berita-berita dengan berbagai macam tema dapat diakses secara online. Membuat teks berita pada dasarnya sangat mudah. Untuk membuat teks berita sederhana setidaknya diperlukan lima langkah mudah. Berikut langkah-langkah membuat berita secara sederhana dan ditujukan bagi pemula.

1.      Membuat paragraf pembuka
Paragraf pembuka merupakan teras berita yang berisi materi yang paling penting. Buatlah paragraf pertama ini dengan 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya.

Contoh :
Demi meningkatkan ragam keterampilan masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pakuan (UNPAK) kembali menyelenggarakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada (03/08) s/d (30/10) di beberapa kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Program yang rutin diadakan setahun sekali ini merupakan bagian dari mata kuliah yang berupa pengabdian pada masyarakat dengan program-program kerja yang telah ditentukan. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang disebarkan di seluruh wilayah Kecamatan yang menjadi objek program KKN, seperti Cigambong, Leuwiliang, Babakan Madang, Gunung Putri, Ciawi dan Ciomas.
           
2.      Membuat paragraf berisi paparan
Paragraf ini merupakan lanjutan dari paragraf pembuka. Pada paragraf ini paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini.

Contoh :
Adapun rangkain acara dalam kegiatan ini adalah memberikan kegiatan bimbingan belajar kepada siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), penyuluhan dan pemberian keterampilan mengenai masakan dan makanan sehat serta menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan. Selain merupakan program rutin, kegiatan ini juga mendapatkan sambutan positif dan apresiasi yang diberikan masyarakat menjadi dorongan semangat tersendiri bagi para peserta. Menurut salah satu peserta KKN Heni Zuheni, seorang ibu yang mengikuti program bimbingan menuturkan bahwa program ini cukup memberikan makna edukasi yang memberikan banyak manfaat.
  
3.      Membuat paragraf berisi kutipan langsung.
Bila di langkah kedua berisi pernyataan-pernyataan narasumber sehubungan dengan berita, maka di paragraf ini tulislah pendapat narasumber tersebut dalam bentuk kutipan langsung. Untuk menandapi sebuah kalimat adalah kutipan langsung, gunakanlah tanda kutip (“) di awal dan di akhir kalimat atau paragraf.

Contoh :
“Dalam kegiatan ini kita ada kegiatan bimbingan belajar buat siswa tingkat Sekolah Dasar, kita juga ngasih keterampilan soal masakan dan makanan sehat sama warga. Kita juga terlibat aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sosial keagamaan. Semoga program ini dapat terus memberikan manfaat langsung yang terasa kepada masyarakat sehingga dengan hal tersebut masyarakat dapat berkembang kearah yang lebih baik,” ucapnya kepada studenta Jurnal Bogor.

4.      Membuat Paragraf kesimpulan
Ini merupakan paragraf pamungkas yang berisi kesimpulan keseluruhan berita. Pada paragraf ini buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan yang boleh disertakan keterangan tambahan.

Contoh :
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unpak ini merupakan salah satu bentuk bakti universitas untuk kemajuan masyarakat. Melihat antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi pada kegiatan ini menunjukan bahwa masyarakat memang butuh bimbingan dan arahan guna membangun kehidupan yang lebih baik.

5.      Membuat judul berita
Langkah terakhir dalam menulis berita dengan mudah adalah membuat judul berita. Judul berita biasanya berkaitan langsung dengan isi berita. Buat judul berita yang menarik agar orang tertarik untuk membacanya.

Contoh :
Program Kulian Kerja Nyata Wujud Bakti Pada Negeri


Bagaimana mudahkan? Dengan mempraktikan langkah-langkah ini maka membuat teks berita benar-benar jadi mudah. Langkah-langkah ini tentu sangat berguna bagi para pemula yang ingin belajar bagaimana menulis berita.

Wednesday, 11 November 2015

Surat Menyurat : Cara Membuat Tanggal dan Nomor Surat

Tanggal surat berfungsi untuk memberitahukan kepada si penerima surat kapan surat itu ditulis. Seperti diketahui, pengiriman surat kadang-kadang cepat jika menggunakan prangko kilat atau kilat khusus, tetapi kadang-kadang lambat jika menggunakan prangko biasa.

Tanggal surat dinas tidak perlu didahului nama kota karena nama kota sudah tercantum pada kepala surat. Selanjutnya, nama bulan jangan disingkatkan atau ditulis dengan angka (November menjadi Nov. atau 11). Tahun juga dituliskan lengkap, tidak disingkat dengan tanda kutip. Pada akhir tanggal surat tidak dibubuhkan tanda baca apa pun, baik titik maupun tanda penghubung.

Penulisan tanggal surat resmi yang salah                   
                                                           Kepala Surat
Jakarta, 23 Okt 2010

Kepala Surat
Jakarta, 23-11-“10



Penulisan tanggal surat resmi yang benar
Kepala Surat
23 Oktober 2010
Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam penulisan surat pribadi, jika penulisan surat pribadi dengan menggunakan kertas polos (tampa kepala surat), nama penulis dicantumkan. Kemudian alamat tinggal penulispun dituliskan secara lengkap, agar penerima surat dapat tahu tempat tinggal penulis saat ini. Tanggal, bulan, dan tahun dicantumkan secara lengkap.
Penulisan tanggal surat pribadi yang salah
Jakarta, 15-11-2010
Atau
Bandung, 18 0kt ‘10


Perhatikan beberapa kemungkinan penulisan tanggal surat pribadi yang dianjurkan
Dita Anggraini                                                                                  15 November 2010
Jalan Ciapus II, No. 15
Bogor 23007
atau

Dita Anggraini            Jalan Ciapus II, No. 15
                                    Bogor 23007
                                    15 November 2010

1   
Setiap surat dinas yang keluar diberi nomor dank ode. Nomor dan kode surat berguna untuk memudahkan mengatur penyimpanan surat, memudahkan mencari surat itu kembali jika diperlukan, dan mengetahui setiap waktu banyaknya surat keluar.

Penulisan nomor dan kode surat diatur sebagai berikut.
Kata Nomor (lengkap) diikuti tanda titik dua atau jika nomor itu disingkat dengan No., penulisannya diikuti tanda titik, kemudian diikuti tanda titik dua. Garis miring yang digunakan dalam nomor dan kode surat tidak didahului dan tidak diikuti spasi. Kemudian, angka tahun sebaiknya dituliskan lengkap dan tidak diikuti tanda baca apa pun.

Perhatikan penulisan nomor dan kode surat yang salah.
Nomor:3241/F8/UI.5/94.-
No. : 3241/F8/UI.5/94.-

Tanda titik dan tanda hubung setelah tahun tidak menambah informasi apa-apa. Oleh karena itu, tanda-tanda tersebut tidak perlu dicantumkan.

Perhatikan penulisan nomor dan kode surat yang benar.
Nomor: 3241/F8/UI.5/1994
No. : 3241/F8/UI.5/1994

 Contoh dalam surat

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PUSAT  PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA
JALAN DAKSINAPATI BARAT IV, RAWAMANGUN, JAKARTA 13220
KOTAK POS   : 2625
TELEPON        : 4896558, 4894564

Nomor: 3241/F8/UI.5/1994                                                    23 Oktober 2010

Tuesday, 10 November 2015

Surat Menyurat : Cara Pembuatan Kepala Surat yang Baik

Dalam kepala surat yang lengkap tercantum (biasanya sudah tercetak)
a.       Nama instansi atau badan;
b.      Alamat lengkap;
c.       Nomor telepon;
d.      Nomor kotak pos;
e.       Alamat kawat; dan
f.       Lambing instansi atau logo.

Bahkan, jika instansi atau badan tersebut bergerak dalam bidang bisnis atau dunia usaha, selain bagian-bagian di atas, dalam kepala suratnya tercantum juga
g.      Alamat kantor cabang;
h.      Nama bank; dan
i.        Jenis usaha.

Kepala surat berguna untuk memberikan informasi kepada penerima surat tentang nama, alamat, serta keterangan lain yang berkaitan dengan instansi atau badan pengirim surat.
Cara pencetakan kepala surat adalah sebagai berikut

Pertama-tama, cetaklah nama instansi atau nama badan yang bersangkutan dengan huruf kapital semua pada bagian atas kertas dengan sistem simestris atau system lurus. Lambang/logo departemen, lambang universitas, atau lambang instansi yang lain dicantumkan di sebelah kiri. Nama departemen atau nama instansi pusat dicetak pada garis pertama, sedangakan nama unit organisasi dicetak pada garis kedua, dan nama subunit organisasi dicetak pada baris ketiga. Misalnya, direktorat jenderal, inspektorat jenderal, badan penelitian dan pengembangan, kantor wilayah, universitas dicantumkan dibawah DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.

Alamat instansi/organisasi dituliskan lengkap, termasuk nomor telepon, nomor teleks, dan kode pos. Alamat instansi/organisasi dituliskan dengan huruf-huruf awal kata kapital, kecuali kata tugas atau dengan huruf kapital semua, tetapi ukurannya lebih kecil daripada huruf-huruf untuk nama instansi. Unsur-unsur alamat dipisahkan dengan tanda koma, bukan dengan tanda hubung. Kata jalan ditulis lengkap Jalan, tidak Jl. atau Jln. Jika kantor tersebut memiliki nomor telepon, dituliskan kata Telepon, bukan Tilpon, dan bukan pula singakata Telp. atau Tilp. Kemudian, nomor telepon tidak perlu diberi titik karena bukan merupakan suatu jumlah. (Telepon 4896558, bukan Telepon 4.896.558). tulisankan kata Kotak Pos jika kantor tersebut memilikinya, bukan PO Box.


Penulisan kepala surat seperti dibawah ini masih perlu diperbaiki.


Dalam penulisan alamat instansi pada contoh ini dilihat penulisan P.T. Jl., P.O, Box, Telp., dan telex, yang belum sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Badan bahasa menganjurkan penulisan berikut :
Singkatan P.T. dituliskan tanpa titik (seharusnya PT).
Kata Jalan sebaiknya dituliskan lengkap; P.O. Box harus diganti dengan Kotak Pos; telepon harus ditulis lengkap, Telepon; telex harus dituliskan Teleks. Disamping itu, pembatas unsur-unsur alamat adalah tanda koma ( , ) dan bukan tanda hubung ( - ). Sebaliknya kepala surat tersebut dicetak seperti berikut.

Kepala surat ini digunakan sistem lurus.

Perhatikan penulisan kepala surat Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa di bawah ini.




Kepala surat ini menggunakan sistem simetris.

Monday, 9 November 2015

Surat Menyurat : Efektifitas dalam Pembuatan Surat

Keefektifan bahasa dalam surat resmi ditandai dengan penggunaan bahasa yang memenuhi unsur sederhana/wajar, ringkas, jelas, sopan, dan menarik.
  • Sederhana/Wajar
Sederhana berarti lugas, mudah, tidak berbelit-belit, baik pemakaian kata-katanya maupun kalimat-kalimatnya.
  • Ringkas
Kalimat yang digunakan haruslah sehemat mungkin, namun memiliki makna/maksud yang jelas. Kalimat yang ringkas umumnya lebih tegas dan mudah dipahami.
Perhatikan Contoh Berikut,
Bentuk Ringkas :
      Saudara harus segera manandatangani surat perjanjian ini. kemudian Saudara mengawasi secara cermat kegiatan tersebut.
Bentuk Tidak Ringkas :
     saudara harus segera membubuhkan tanda tangan dalam surat perjanjian ini. kemudian Saudara melakukan kegiatan pengawasan secara cermat kegiatan tersebut.
  • Jelas
Jelas berarti tidak samar-samar, tidak ambigu, atau tidak menimbulkan salah paham.
Perhatikan contoh berikut.
Atas perhatiannya, Kami ucapkan terima kasih.
(Kalimat penutup surat tersebut samar. Kata ganti -nya sebagai kata ganti orang ketiga tunggal dalam kalimat tersebut menjadi tidak jelas menerangkan siapa)
Perbaikannya agar lebih jelas sebagai berikut.
Atas perhatian Bapak/lbu/Saudnra, kami ucapkan terima kasih.
  • Sopan
Kalimat yang sopan berarti menggunakan kalimat yang halus agar tidak menyinggung perasaan, menggunakan kata ganti atau sapaan, serta menggunakan kata-kata resmi.
  • Menarik

Menarik berarti dapat membangkitkan perhatian, tidak membosankan, dan mengesankan. Untuk dapat menarik perhatian, kita dapat menggunakan kalimat yang bervariasi, paragraf induktif, dan gaya bahasa.
Kamu tentu sudah pernah mempelajari surat dinas. Surat dinas merupakan surat yang dikirim oleh suatu lembaga kepada lembaga lain atau perseorangan. Bahasa yang digunakan dalam surat dinas adalah bahasa formal, yaitu bahasa baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Sistematika surat dinas terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain terdapat kepala surat atau kop surat, yang berisi nama lembaga pembuat surat lengkap dengan alamatnya, nomor surat, tanggal surat, dan alamat tujuan.

Friday, 6 November 2015

Sebuah Renungan : Doa Seorang Hamba


Tertunduk aku dalam kesendirian

Menerawang ke masa lalu

Aku yang tak bangkit mendengar panggilan-Mu

Aku yang tak pernah lepas berbuat dosa dan nista



Ya Allah lihatlah aku kini

Tak ada halus dalam hatiku

Hanya ada kesombongan pada jasad-jasad yang takabur

Padahal umur tak tahu pasti kapan dia akan berhenti



Dalam segala kepahitan ini aku ingin bertobat Ya Allah..

Bukakanlah jalan untukku aku ingin kembali ke jalan-Mu..

Bukan jalan yang sesat menurut ajaran-Mu

Tapi jalan yang tepat yaitu jalan yang Engkau ridhoi..



Thursday, 5 November 2015

Surat Menyurat : Sistematika Surat Resmi


Surat dinas atau surat resmi adalah surat yang berisi masalah kedinasan atau pemerintahan. Surat dinas atau resmi hanya dibuat oleh instansi pemerintah dan dapat dikirimkan kepada semua pihak yang memiliki hubungan dengan instansi tersebut. Misalnya, surat undangan rapat dan surat pemberitahuan.

Sistematika surat resmi adalah sebagai berikut:
  1. Kepala surat
  2. Tanggal pembuatan
  3. Nomor surat
  4. Prihal Surat
  5. Salam pembuka
  6. Isi surat yang terdiri atas:
1)      paragraf pembuka;
2)      paragraf isi;
3)      paragraf penutup.
  • Salam penutup
  • Tanda tangan dan nama penulis

Berikut penjelasan mengenai bagian-bagian surat tersebut.

1.      Kepala surat
Kepala surat menunjukkan resminya sebuah surat. Kepala surat dapat berfungsi sebagai alamat (identitas) pengirim surat karena dalam kepala surat memuat nama instansi atau organisasi, dan alamat, bahkan ada juga yang mencantumkan nomor telepon.
Contoh:
Organisasi Siswa Intra Sekolah
Sekolah Menengah Atas Bhineka Tunggal Ika
Jalan Lawu No. 105 Malang
2.      Tanggal Surat
Tanggal surat diketik sebelah kanan atas, terutama pada surat bentuk lurus atau setengah lurus. Nama tempat tidak perlu dicantumkan lagi sebab sudah termuat dalam kepala surat. Nama tempat perlu dituliskan pada surat-surat yang tidak berkepala surat, misalnya surat pribadi atau surat lamaran pekerjaan.
Contoh:
Organisasi Siswa Intra Sekolah
Sekolah Menengah Atas Bhineka Tunggal Ika
Jalan Lawu No. 105 Malang
19 Maret 2OO5
Ingatlah bahwa tanggal surat itu dibubuhkan segera setelah surat itu ditandatangani oleh yang berwenang. Tanggal surat berguna untuk mengetahui batas waktu dan cepat-lambatnya penyelesaian hal yang dipersoalkan dalam surat itu.

3.      Nomor pada Surat resmi
Surat resmi selalu diberi nomor urut surat yang dikirimkan (surat keluar), kode surat, dan tahun. Nomor surat ini berguna untuk:
a.       Memudahkan mengatur penyimpanan,
b.      memudahkan mencarinya kembali,
c.       mengetahui banyak surat yang keluar,
d.      mempercepat penyelesaian surat-menyurat,
e.       memudahkan petugas kearsipan.
Contoh:
Nomor : 25/OSIS -L17008
4.      Lampiran
Melampirkan berarti menyertakan sesuatu dengan yang lain. Jika bersama surat yang dikirimkan itu disertakan surat-surat lain, pada lampiran dituliskan berapa lembar surat atau keterangan yang akan dilampirkan itu.
Contoh:
Lampiran : satu lembar
5.      Hal/ Perihal
Bagian ini menunjukkan isi atau inti surat secara singkat. Dengan membaca hal/perihal, secara cepat dapat diketahui masalah yang dituliskan dalam surat tersebut.
Contoh:
Hal : Undangan
6.      Alamat Surat
Ada dua macam alamat surat, yaitu alamat dalam (pada helai surat) dan alamat luar (pada amplop). Alamat surat merupakan petunjuk langsung bagi penerima surat. Penulisan alamat lebih leluasa ditempatkan di sebelah kiri sehingga kemungkinan pemenggalan nama orang/instansi/organisasi, dan sejenisnya tidak terjadi.

Contoh:
Yth. Ketua Kelas I/A
di SMA Bumi Pertiwi
Surat yang selesai diketik hendaknya dilipat dengan model lipatan ganda sejajar dengan kepala dan alamat surat tersebut. Hal ini berguna untuk mengetahui dengan cepat dari mana surat itu dan untuk siapa surat itu ditujukan.
                                  Organisasi Siswa Intra Sekolah
                             Sekolah Menengah Atas Bumi Pertiwi
                                   Jalan Lawu No. 105 Malang
19 Maret 2005
Nomor: 25lOSIS-L/2005                                       
Lampiran : satu lembar
Hal : Undangan

Yth. Ketua Kelas I/A
di SMA Bumi Pertiwi
7.      Salam Pembuka
Salam pembuka merupakan tanda hormat pengirim surat. Dalam surat resmi biasanya digunakan salam pembuka Dengan hormat.
8.       Isi (Tubuh) Surat
Isi surat umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi Jang sesungguhnya, dan penutup.
Contoh:
a. Pembukaan
Sesuai dengan program kerja OSIS SMA Bumi Pertiwi Tahun 2007 12008, kami bermaksud mengadakan Program Bakti Sosial ke daerah yang membutuhkan bantuan. Untuk kelancaran acara tersebut, diperlukan susunan kepanitian.

b. Isi yang Sesungguhnya
Oleh karena itu, kami mengundang Saudara untuk hadir pada acara rapat pembentukan kepanitiaan yang akan diadakan pada
Hari, tanggal : Rabu, 23 Maret 2008
Pukul           : 8.00-10.00
Tempat        : Ruang Perpustakaan
c. Penutup
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
9.       Salam Penutup
Pada surat resmi, salam penutup nama jabatan, tanda tangan, nama nomor induk siswa atau pegawai.
Contoh:
Ketua OSIS SMA Bumi Pertiwi


       Dimas Susetyo
        NI
S. 045401